Virtue Humanity and Love

Peterson dan Seligman (2004), menyatakan bahwa virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Virtues digolongkan menjadi enam klasifikasi, yaitu wisdom and knowledge (kearifan dan pengetahuan), courage (keteguhan hati), humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih), justice (keadilan), temperance (kesederhanaan), dan transcendence (transedensi).

Humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih) yang melibatkan hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain, yang mencakup mempedulikan dan memperhatikan orang lain. Humanity and love terdiri dari tiga character strengths, yaitu kindness, love, dan social intelligence.

Humanity and love - kharismadw.com

Penjelasan mengenai character strengths pada virtue humantiy and love (Peterson & Seligman, 2004), sebagai berikut:

10. Kindness (Kebaikan Hati)
Kebaikan hati mengacu pada keinginan yang kuat untuk bersikap baik dan memberikan bantuan kepada orang lain secara sukarela. Empati dan simpati merupakan komponen yang penting dalam karakter ini. Individu yang memiliki kebaikan hati tidak pernah terlalu sibuk untuk membantu orang lain yang membutuhkan, baik yang sudah dikenal maupun yang belum dikenal, misalnya memberikan kursi kepada orang yang lebih tua di kereta.

11. Love (Cinta)
Cinta melibatkan hubungan dengan orang lain, saling berbagi dan memperhatikan, serta mencoba untuk dekat dengan orang lain. Dalam hal ini, cinta terbatas pada hubungan timbal-balik, misalnya hubungan romantis dan rasa cinta antara orangtua dan anak. Individu memandang pentingnya hubungan yang dekat dan intim dengan orang lain. Cinta ditandai dengan adanya keinginan untuk memberi bantuan kepada orang lain dan memberi rasa nyaman. Selain itu, cinta juga melibatkan emosi positif yang kuat, komitmen yang tinggi, dan rasa pengorbanan.

12. Social Intelegence (Kecerdasan Sosial)
Kecerdasan sosial adalah pengetahuan yang berkaitan dengan diri sendiri dan orang lain. Individu mampu menyadari motivasi dan perasaan orang lain serta mampu memberi respon yang baik dan tepat pada orang lain. Selain itu, individu juga memiliki kesadaran akan perasaannya sendiri, mampu mengolah informasi yang bersifat emosional dengan baik, dan mampu menggunakan untuk menuntun perilaku. Kecerdasan sosial juga mencakup kecerdasan emosional (emotional intelligence) yang merupakan kemampuan untuk menggunakan informasi emosi dalam melakukan penalaran dan kecerdasan personal (personal intelligence) yang mengacu pada ketepatan dalam memahami motivasi, emosi, dan dinamika internal. Kecerdasan sosial berkaitan dengan hubungan individu dengan orang lain, seperti keintiman dan kepercayaan. Ketiga konsep tersebut saling melengkapi.

Referensi:

  • Peterson, C. & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York: Oxford University Press, Inc.
  • Ratri, I.D. (2008). Profil Kekuatan dan Kebajikan pada Psikolog. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • Winafaisal, K.D. (2010). Hubungan Character Strengths dan Teacher Efficacy pada Guru Sekolah Menengah Atas. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • www.authentichappiness.org