Virtue Justice

Peterson dan Seligman (2004), menyatakan bahwa virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Virtues digolongkan menjadi enam klasifikasi, yaitu wisdom and knowledge (kearifan dan pengetahuan), courage (keteguhan hati), humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih), justice (keadilan), temperance (kesederhanaan), dan transcendence (transedensi).

Justice (keadilan) yang berkaitan dengan interaksi antara beberapa individu yang ada dalam kelompok dengan kelompok itu sendiri. Keadilan melandasi kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Justice terdiri dari tiga character strengths, yaitu citizenship, fairness, dan leadership.

Justice - kharismadw.com

Penjelasan mengenai character strengths pada virtue justice (Peterson & Seligman, 2004), sebagai berikut:

13. Citizenship (Keanggotaan dalam Kelompok)
Keanggotaan dalam kelompok mengacu pada kemampuan individu untuk bekerja keras sebagai anggota suatu kelompok, setia pada kelompok, dan melaksanakan kewajiban sebagai anggota kelompok. Individu mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok. Individu menyadari kewajibannya, mengutamakan kepentingan atau tujuan kelompok daripada kepentingan atau tujuan pribadi, dan secara sukarela mau mengerjakan tugasnya sebagai anggota kelompok demi kesuksesan bersama.

14. Fairness (Keadilan dan Persamaan)
Individu akan memperlakukan orang lain secara sama dan tidak membeda-bedakan. Individu tersebut tidak akan membiarkan perasaannya mempengaruhi pandangannya terhadap orang lain. Individu juga memberi kesempatan yang sama untuk berusaha dan menerapkan sanksi yang sama pula sesuai dengan kesalahan masing-masing pada setiap orang.

15. Leadership (Kepemimpinan)
Kepemimpinan mengarahkan individu untuk menjadi pemimpin yang baik. Individu dapat mengorganisasikan aktivitas kelompok dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Selain itu, individu juga dapat memberikan sumber inspirasi bagi anggota di dalam kelompok sehingga pada akhirnya dapat mendorong anggota kelompok untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan menciptakan hubungan interpersonal serta moral yang baik pula.

Referensi:

  • Peterson, C. & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York: Oxford University Press, Inc.
  • Ratri, I.D. (2008). Profil Kekuatan dan Kebajikan pada Psikolog. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • Winafaisal, K.D. (2010). Hubungan Character Strengths dan Teacher Efficacy pada Guru Sekolah Menengah Atas. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • www.authentichappiness.org