Virtue Temperance

Peterson dan Seligman (2004), menyatakan bahwa virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Virtues digolongkan menjadi enam klasifikasi, yaitu wisdom and knowledge (kearifan dan pengetahuan), courage (keteguhan hati), humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih), justice (keadilan), temperance (kesederhanaan), dan transcendence (transedensi).

Temperance (kesederhanaan) yang mengarahkan individu untuk berpikir sebelum bertindak, untuk menghindari akibat buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari karena tindakannya tersebut. Temperance terdiri dari empat character strengths, yaitu self regulation, prudence, humility and modesty, dan forgiveness and mercy.

Temperance - kharismadw.com

Penjelasan mengenai character strengths pada virtue temperance (Peterson & Seligman, 2004), sebagai berikut:

16. Self-regulation (Regulasi Diri)
Individu mampu menahan diri, emosi, nafsu, serta dorongan-dorongan lain dalam dirinya. Saat berhadapan dengan peristiwa yang tidak menyenangkan atau menyakitkan, individu mampu meregulasi emosinya dan mengobati sendiri perasaan-perasaan negatifnya. Dengan kata lain, individu tersebut dapat mengatur apa yang dirasakan dan akan dilakukan agar sesuai dengan situasi dan pandangan moral masyarakat.

17. Prudence (Kebijaksanaan)
Kebijaksanaan merupakan suatu bentuk manajemen diri yang membantu individu meraih tujuan jangka panjangnnya. Individu akan bertindak hati-hati dalam memilih, tidak mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak bertanggung jawab, dan tidak mementingkan kesenangan sesaat. Individu akan berpikir dan memiliki perhatian penuh pada masa depan serta menetapkan tujuan jangka panjang dan membuat perencanaan yang matang.

18. Humility and Modesty (Kerendahan Hati)
Individu tidak menyombongkan keberhasilannya. Kerendahan hati juga membuat seseorang mampu melihat kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya. Modesty lebih bersifat eksternal, yang artinya bersifat sederhana secara perilaku maupun penampilan. Humility bersifat internal, yaitu kecenderungan individu yang merasa bahwa dirinya bukanlah pusat dari dunia.

19. Forgiveness and Mercy (Memaafkan)
Individu mampu memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan atau bersikap buruk kepadanya. Individu tersebut dapat melupakan pengalaman buruk di masa lalunya, tanpa paksaan dari orang lain.

Referensi:

  • Peterson, C. & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York: Oxford University Press, Inc.
  • Ratri, I.D. (2008). Profil Kekuatan dan Kebajikan pada Psikolog. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • Winafaisal, K.D. (2010). Hubungan Character Strengths dan Teacher Efficacy pada Guru Sekolah Menengah Atas. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • www.authentichappiness.org