Virtue Transcedence

Peterson dan Seligman (2004), menyatakan bahwa virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Virtues digolongkan menjadi enam klasifikasi, yaitu wisdom and knowledge (kearifan dan pengetahuan), courage (keteguhan hati), humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih), justice (keadilan), temperance (kesederhanaan), dan transcendence (transedensi).

Transcendence (transendensi) yang berkaitan dengan hubungan individu dan alam semesta, serta bagaimana individu memberi makna pada kehidupan. Transedence terdiri dari lima character strengths, yaitu appreciation of beauty of excellence, gratitude, hope, humor, dan spirituality.

Transcedence - kharismadw.com

Penjelasan mengenai character strengths pada virtue transcedence (Peterson & Seligman, 2004), sebagai berikut:

20. Appreciative of Beuty and Excellence (Apresiasi terhadap Keindahan dan Kesempurnaan)
Individu mampu menyadari dan memberikan apresiasi atas keindahan dan kesempurnaan. Individu sering merasa terpana dan bergairah saat melakukan kegiatan sederhana, seperti berkeliling kota, membaca surat kabar/novel, atau saat menyelami kehidupan orang lain, dan menonton pertandingan olahraga.

21. Hope (Harapan)
Harapan berkaitan dengan bagaimana individu memandang masa depannya. Individu berpikir megenai masa depan, mengharapkan hasil yang terbaik di masa yang akan datang, dan merasa percaya diri terhadap hasil dan tujuan. Perwujudan dari harapan adalah munculnya rasa optimis. Dengan demikian, harapan ini juga mendorong individu untuk berusaha mencapai harapannya tersebut.

22. Gratitude (Bersyukur)
Besyukur adalah rasa terimakasih sebagai respon terhadap suatu pemberian. Individu dapat menyadari dan bersyukur atas segala hal yang telah terjadi dalam hidupnya, serta selalu menyempatkan waktu untuk mengucapkan syukur.

23. Humor (Humor)
Individu dapat membawa keceriaan dan senyuman pada orang-orang di sekitarnya. Individu ini, sering tertawa, bergurau, membuat lelucon ataupun menghibur orang lain. Secara keseluruhan, humor dapat diartikan sebagai pikiran yang menyenangkan, pandangan yang membahagiakan dan memungkinkan individu untuk melihat sisi positif dari suatu hal.

24. Spirituality (Spiritualitas)
Spiritual membuat individu memiliki kepercayaan adanya sesuatu yang besar dari alam semesta ini. Hal ini sering digambarkan sebagai Tuhan. Individu mampu menempatkan diri sebagai bagian dari alam semesta dan menyadari makna hidupnya serta mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk mencapai hal tersebut Perwujudannya adalah berpegang teguh pada nilai moral tertentu dan selalu ingin melakukan kebaikan bagi orang lain.

Referensi:

  • Peterson, C. & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York: Oxford University Press, Inc.
  • Ratri, I.D. (2008). Profil Kekuatan dan Kebajikan pada Psikolog. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • Winafaisal, K.D. (2010). Hubungan Character Strengths dan Teacher Efficacy pada Guru Sekolah Menengah Atas. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • www.authentichappiness.org