Manajemen Konflik

Definisi Konflik

  • Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasa bahwa pihak lain telah memengaruhinya secara negatif atau sebaliknya terhadap sesuatu yang menjadi perhatian atau kepentingannya (Robbins, 2005).
  • Konflik adalah suatu proses yang terjadi jika terdapat pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda bahkan berlawanan dengan pihak lain (Kreitner & Kinicki, 2010).

Manajemen Konflik

Bila dilihat dari dimensi assertiveness dan cooperativeness dapat diidentifikasikan lima manajemen konflik, yaitu:

  1. Avoiding adalah ketika seseorang atau suatu pihak sadar akan adanya konflik namun memilih untuk mundur dari konflik tersebut atau bahkan menganggap konflik tersebut tidak ada. Avoiding memiliki karakteristik assertiveness rendah dan cooperativeness rendah
  2. Accomodating adalah ketika seseorang atau suatu pihak bersedia menempatkan kepentingan orang atau pihak lain di atas kepentingannya. Accomodating memiliki karakteristik assertiveness rendah dan cooperativeness tinggi
  3. Competing adalah ketika seseorang mendahulukan pemenuhan kepentingannya dan tidak memikirkan akibat dari konflik tersebut. Competing memiliki karakteristik assertiveness tinggi dan cooperativeness rendah
  4. Collaborating adalah  ketika masing-masing pihak bersedia untuk menerima kepentingan dari tiap-tiap pihak. Collaborating memiliki karakteristik assertiveness tinggi dan cooperativeness tinggi
  5. Compromising adalah  ketika masing-masing pihak yang terlibat bersedia untuk mengorbankan atau memberikan sesuatu yang menjadi miliknya. Compromising memiliki karakteristik assertiveness sedang dan cooperativeness sedang.

Referensi

  • Kreitner, R. & Krinicki. (2010). Organizational Behaviour 9th. New York: McGraw-Hill.
  • Robbins, S. P. (2005). Organizational Behaviour 11th. New Jersey: Prentice Hall.