Virtue Wisdom and Knowledge

Peterson dan Seligman (2004), menyatakan bahwa virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Virtues digolongkan menjadi enam klasifikasi, yaitu wisdom and knowledge (kearifan dan pengetahuan), courage (keteguhan hati), humanity and love (perikemanusiaan dan cinta kasih), justice (keadilan), temperance (kesederhanaan), dan transcendence (transedensi).

Wisdom and Knowledge (kearifan dan pengetahuan) yang berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu mengenai bagaimana individu memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Wisdom and knowledge meliputi lima character strengths, yaitu creativity, curiosity, open-mindedness, love of learning, dan perspective.

Wisdom and knowledge - kharismadw.com

Penjelasan mengenai character strengths pada virtue wisdom and knowledge (Peterson & Seligman, 2004), sebagai berikut:

1. Creativity (Kreativitas)
Kreativitas mengarahkan individu untuk menghasilkan ide atau perilaku dalam mencapai tujuannya dengan caranya sendiri yang baru, unik, dan orisinal. Bagaimanapun, perilaku dan ide tersebut harus adaptif, yaitu harus bisa memberikan kontribusi yang positif bagi diri sendiri atau orang lain.

2. Curiosity (Keingintahuan)
Keingintahuan berkaitan dengan rasa ingin tahu seseorang yang mengarah pada munculnya keterbukaan pada hal-hal baru, pengalaman-pengalaman yang bervariasi dan menantang. Dengan kata lain, rasa ingin tahu mengarahkan individu untuk bersikap terbuka dan fleksibel pada hal-hal baru. Individu yang memiliki keingintahuan akan secara aktif mencari informasi dan akan puas bila memperoleh jawaban atas pertanyaan, mempelajari sesuatu yang baru, dan mendapatkan pengalaman baru.

3. Love of learning (Kecintaan Belajar)
Kecintaan belajar mengarahkan individu untuk selalu ingin mempelajari hal-hal baru untuk mengembangkan keterampilan atau memperkaya pengetahuan yang telah dimilikinya. Individu yang mempunyai kecintaan belajar akan merasakan emosi yang positif apabila individu tersebut dapat memperoleh keterampilan atau informasi baru dan mempelajari sesuatu yang sama sekali baru bagi dirinya dan menganggap belajar merupakan suatu tantangan.

4. Open-mindedness (Keterbukaan Pikiran)
Keterbukaan pikiran akan membuat individu untuk berpikir secara menyeluruh dan memandang suatu hal dari berbagai sisi dan mempertimbangkan berbagai bukti yang ada. Individu akan secara aktif mencari bukti-bukti atau informasi untuk melakukan penilaian secara objektif sehingga tidak terjadi bias dan dapat meyakini sesuatu setelah mendapat bukti yang objektif.

5. Perspective (Perspektif)
Perspektif memungkinkan individu untuk melihat secara holistik, sehingga dapat memahami dirinya sendiri dan orang lain. Individu tersebut mampu menyadari keterbatasan dan kelemahan dan kekuatan dirinya. Kekuatan ini digunakan untk mencapai kesejahteraan individu dan orang lain. Individu akan mempertimbangkan perasaan dan rasionalitasnya dalam mengambil keputusan. Individu dengan kekuatan ini mempunyai kebutuhan kuat untuk berkontribusi terhadap lingkungan dan kehidupan orang lain, memikirkan kebutuhan orang lain, mendengarkan orang lain, mengevaluasi apa yang dikatakan, dan kemudian memberikan nasihat.

Referensi:

  • Peterson, C. & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York: Oxford University Press, Inc.
  • Ratri, I.D. (2008). Profil Kekuatan dan Kebajikan pada Psikolog. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • Winafaisal, K.D. (2010). Hubungan Character Strengths dan Teacher Efficacy pada Guru Sekolah Menengah Atas. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  • www.authentichappiness.org